Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan finansial, masih banyak generasi Milenial dan Gen Z yang belum menjadikan asuransi sebagai kebutuhan utama. Bahkan, tidak sedikit yang menganggap asuransi sebagai produk yang rumit, kurang relevan atau hanya menambah pengeluaran bulanan. Fenomena ini menarik karena generasi muda sebenarnya dikenal lebih sadar terhadap pengelolaan keuangan, investasi, dan perencanaan masa depan. Namun ketika berbicara mengenai perlindungan finansial melalui asuransi, respons yang muncul sering kali lebih skeptis dibanding generasi sebelumnya. Lalu, mengapa hal ini terjadi?
Prioritas Finansial Milenial dan Gen Z Sudah Berubah
Berbeda dengan generasi sebelumnya, Milenial dan Gen Z hidup dalam kondisi ekonomi yang penuh perubahan. Kenaikan biaya hidup, harga properti yang semakin tinggi, hingga tekanan ekonomi membuat pola pengeluaran ikut berubah. Berdasarkan laporan yang dikutip oleh Fortune, banyak generasi muda menunda target finansial tradisional seperti membeli rumah, menikah, atau membangun keluarga. Akibatnya, kebutuhan akan produk proteksi jangka panjang seperti asuransi ikut bergeser.
Saat ini, prioritas finansial yang lebih sering dipilih oleh Gen Z dan millenial adalah:
● Membangun dana darurat,
● Investasi
● Menambah skill dan pendidikan
● Modal usaha
● Pengalaman hidup dan fleksibilitas
Dalam kondisi tersebut, premi asuransi sering dianggap sebagai biaya yang manfaatnya belum terasa secara langsung.
Proteksi Dianggap Sebagai Pengeluaran, Bukan Perlindungan
Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah, "Mengapa harus membayar setiap bulan untuk sesuatu yang mungkin tidak akan dipakai?". Generasi muda cenderung membandingkan premi asuransi dengan instrumen yang hasilnya bisa terlihat secara langsung, seperti tabungan atau investasi.
Padahal secara fungsi dan manfaat :
● Investasi bertujuan menumbuhkan aset.
● Asuransi bertujuan melindungi aset dari risiko besar.
Kurangnya edukasi mengenai perbedaan ini membuat asuransi sering kalah menarik dibanding produk keuangan lainnya.
Pengalaman Layanan Digital
Generasi Milenial dan Gen Z tumbuh dengan ekspektasi layanan digital yang cepat, transparan, dan mudah digunakan.
Survei Insurity yang dikutip Financial IT menemukan bahwa sebagian besar pengguna muda mempertimbangkan untuk berpindah penyedia asuransi karena pengalaman digital yang kurang baik. Beberapa masalah yang sering dikeluhkan adalah :
● Proses pembelian panjang,
● Aplikasi sulit digunakan,
● Proses klaim tidak intuitif,
● Minim transparansi status layanan.
Di era digital, kemudahan penggunaan menjadi faktor penting dalam keputusan membeli.
Menginginkan Produk yang Lebih Relevan
Menganggap generasi muda anti asuransi mungkin terlalu sederhana dan terlalu skeptis, namun yang sebenarnya terjadi adalah perubahan ekspektasi terhadap produk finansial.
Generasi ini cenderung mencari:
● Harga yang transparan
● Manfaat yang jelas
● Fleksibilitas pembayaran
● Layanan digital yang cepat
● Edukasi yang mudah dipahami
Ketika kebutuhan tersebut terpenuhi, peluang adopsi asuransi juga meningkat.