Kalian yang sudah berada di usia 20-an atau awal 30-an pernah tidak merasa bingung dengan arah hidup? Di satu sisi, media sosial penuh dengan teman yang terlihat sukses, menikah, membeli rumah, atau membangun bisnis. Di sisi lain, kamu masih bertanya-tanya apakah pekerjaan saat ini sudah tepat, apakah keputusan yang diambil selama ini benar, atau bahkan apa tujuan hidup yang sebenarnya.
Jika kamu sekarang sedang merasakan hal tersebut, kamu tidak sendirian dan tidak perlu merasa bingung. Karena banyak Gen Z dan Milenial mengalami fase yang dikenal sebagai quarter-life crisis.
Apa Itu Quarter-Life Crisis?
Quarter-life crisis adalah periode ketika seseorang merasa cemas, bingung, atau tidakyakin terhadap masa depan, perasaan cemas ini bisa muncul karena berbagai alasan, seperti :
- Karier yang belum sesuai harapan
- Tekanan untuk mencapai kesuksesan lebih cepat
- Kekhawatiran tentang kondisi finansial
- Hubungan yang tidak berjalan sesuai rencana
- Perbandingan diri dengan orang lain di media sosial
Meski terasa tidak nyaman, quarter-life crisis sebenarnya merupakan bagian normal dari proses pertumbuhan dan pencarian jati diri. Lalu bagaimanakah untuk mengatasi perasaan cemas yang berlebih karena quarter-life crisis ini? Berikut adalah tipsnya:
- Fokus Pada Perjalanan Finansialmu Sendiri
Setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing. Kesuksesan dalam finansial bukan perlombaan yang harus diselesaikan secepat mungkin. Tingkat finansial setiap manusia sangat bervariatif maka lebih baik fokus pada proyeksi finansial mu sendiri. - Buat Tujuan yang Realistis dan Bertahap
Alih-alih memikirkan target besar sekaligus, bagi menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dicapai dalam beberapa bulan ke depan. Karena itu, membangun fondasi finansial seperti dana darurat, tabungan, dan perlindungan diri dapat membantu memberikan rasa aman dalam menghadapi berbagai kemungkinan hidup. - Kurangi Kebiasaan Membandingkan Diri
Gunakan media sosial sebagai sumber inspirasi, bukan sebagai alat ukur nilai diri apalagi membandingkan tingkat finansialmu dengan orang lain.
Tidak Semua Jawaban Harus Ditemukan Hari Ini.
Terkadang proses dalam menemukan jawaban jauh lebih penting daripada menemukan jawabannya itu sendiri. Dan quarter-life crisis bukan tanda kegagalan. Justru fase ini sering menjadi titik awal seseorang memahami dirinya lebih dalam dan menemukan arah hidup yang lebih sesuai