Tips Merencanakan Keuangan agar Bisa Membeli Properti Pertama (Rumah atau Apartemen)

Memiliki properti pertama, baik rumah maupun apartemen, merupakan salah satu tujuan keuangan yang ingin dicapai banyak orang. Namun, dengan harga properti yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu, diperlukan perencanaan keuangan yang matang agar tujuan tersebut dapat diwujudkan.

Kepemilikan properti tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya penghasilan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola keuangan, menentukan prioritas, serta mempersiapkan dana secara konsisten. Dengan strategi yang tepat, proses membeli rumah atau apartemen pertama dapat direncanakan sejak dini sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing.

Jika Anda berencana membeli rumah atau apartemen pertama dalam beberapa tahun ke depan, berikut beberapa tips perencanaan keuangan yang dapat mulai Anda terapkan sejak sekarang.


 

1. Tentukan Kebutuhan: Rumah atau Apartemen?

Sebelum mulai menghitung uang muka (DP) atau cicilan, tentukan terlebih dahulu jenis properti yang paling sesuai dengan kebutuhan. Langkah ini akan membantu Anda menyusun rencana keuangan yang lebih realistis dan terarah.

Beberapa pertanyaan berikut dapat menjadi pertimbangan:

  • Apakah properti akan digunakan sebagai tempat tinggal atau investasi?
  • Apakah Anda lebih mengutamakan lokasi yang dekat dengan tempat kerja atau harga yang lebih terjangkau?
  • Apakah mobilitas Anda cukup tinggi sehingga apartemen menjadi pilihan yang lebih sesuai?
  • Apakah Anda memiliki rencana berkeluarga dalam 3–5 tahun ke depan?

Dengan menentukan kebutuhan sejak awal, Anda dapat menghindari keputusan membeli properti yang belum sesuai dengan kondisi maupun tujuan keuangan.


 

2. Terapkan Batas Maksimal Cicilan 30% dari Penghasilan

Salah satu prinsip yang umum digunakan dalam perencanaan keuangan adalah menjaga total cicilan properti tidak melebihi sekitar 30% dari pendapatan bulanan. Batas ini membantu menjaga keseimbangan antara kewajiban cicilan dengan kebutuhan hidup, tabungan, dan dana darurat.

Contoh perhitungan:

  • Penghasilan bulanan: Rp10.000.000
  • Maksimal cicilan properti: sekitar Rp3.000.000 per bulan

Apabila estimasi cicilan melebihi batas tersebut, beberapa opsi yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • meningkatkan jumlah uang muka (DP),
  • memilih properti di lokasi alternatif dengan harga yang lebih terjangkau,
  • memperpanjang jangka waktu menabung sebelum membeli, atau
  • menunda pembelian hingga kondisi keuangan lebih siap.

 

3. Fokus Menyiapkan DP dan Biaya Tambahan, Bukan Hanya Harga Properti

Saat merencanakan pembelian properti, banyak orang hanya berfokus pada harga rumah atau apartemen. Padahal, terdapat sejumlah biaya lain yang juga perlu dipersiapkan agar proses pembelian berjalan lebih lancar.

Selain harga properti, beberapa biaya yang umumnya perlu diperhitungkan antara lain:

  • Uang muka (DP)
  • Biaya notaris dan legalitas
  • Pajak pembelian
  • Biaya administrasi bank
  • Asuransi
  • Dana renovasi awal
  • Dana untuk kebutuhan furnitur atau pengisian rumah

Biaya tambahan tersebut dapat mencapai jumlah yang signifikan di luar uang muka. Karena itu, pertimbangkan untuk menyiapkan rekening khusus dana properti agar tabungan untuk tujuan ini tidak tercampur dengan kebutuhan sehari-hari.


 

4. Bangun Dana Darurat Sebelum Mengambil KPR

Sebelum mengambil komitmen cicilan jangka panjang, pastikan Anda telah memiliki dana darurat yang memadai. Dana darurat dapat membantu menjaga stabilitas keuangan apabila terjadi perubahan kondisi, seperti kehilangan pekerjaan atau munculnya kebutuhan mendesak.

Sebagai acuan, dana darurat yang dapat dipersiapkan antara lain:

  • Minimal 3–6 bulan pengeluaran bagi pekerja dengan penghasilan tetap.
  • Dana yang lebih besar bagi individu dengan penghasilan tidak tetap atau pekerja lepas (freelance).

Dengan dana darurat yang cukup, kewajiban cicilan dapat tetap berjalan tanpa mengganggu kebutuhan finansial lainnya.


 

5. Rapikan Skor Kredit dan Kurangi Utang Konsumtif

Dalam proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), bank tidak hanya mempertimbangkan besarnya penghasilan. Beberapa faktor lain yang juga menjadi penilaian antara lain:

  • Riwayat pembayaran pinjaman.
  • Rasio utang terhadap penghasilan.
  • Penggunaan kartu kredit.
  • Catatan kredit pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Semakin baik histori kredit yang dimiliki, semakin besar peluang untuk memperoleh persetujuan KPR serta penawaran suku bunga yang lebih kompetitif.

Sebelum mulai menabung secara agresif untuk DP, Anda dapat mempertimbangkan urutan prioritas berikut:

  1. Melunasi utang konsumtif.
  2. Menstabilkan arus kas dan kondisi keuangan.
  3. Mulai meningkatkan porsi tabungan untuk dana DP.

 

6. Mulai Menabung Properti Sejak Dini

Salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam perencanaan keuangan adalah menabung berdasarkan persentase penghasilan, bukan nominal tertentu.

Sebagai contoh:

  • Mengalokasikan 20–30% penghasilan bulanan untuk dana properti.
  • Mengatur transfer otomatis ke rekening tabungan properti pada tanggal gajian.

Pendekatan ini dapat membantu menjaga konsistensi menabung dan mempermudah pencapaian target jangka panjang.


 

7. Pastikan Keputusan Membeli Properti Sesuai Kesiapan Finansial

Keputusan membeli rumah atau apartemen sebaiknya didasarkan pada kebutuhan dan kesiapan finansial masing-masing. Dengan perencanaan yang matang, properti pertama dapat menjadi aset yang mendukung kondisi keuangan dalam jangka panjang.

Sebelum membeli properti pertama, Anda dapat menggunakan checklist berikut:

  • Dana darurat telah tersedia.
  • Tidak memiliki utang konsumtif yang besar.
  • Dana DP telah terkumpul, idealnya lebih besar dari minimum yang disyaratkan.
  • Total cicilan tidak melebihi 30% dari penghasilan.
  • Seluruh biaya tambahan telah diperhitungkan.
  • Memiliki riwayat kredit yang baik.
  • Lokasi dan jenis properti yang diinginkan sudah ditentukan dengan jelas.

Dengan perencanaan keuangan yang matang dan disiplin dalam mempersiapkan setiap tahapannya, proses membeli rumah atau apartemen pertama dapat dilakukan secara lebih terukur. Memastikan kondisi keuangan tetap sehat sebelum mengambil komitmen jangka panjang juga menjadi langkah penting agar kepemilikan properti dapat mendukung tujuan keuangan di masa depan.

 

Referensi:

  1. Kompas.com. Tekanan Media Sosial Bikin Milenial Ngebet Punya Rumah Pertama.
  2. Liputan6.com. 7 Tips Membeli Rumah Pertama di Usia Muda: Panduan Lengkap untuk Milenial dan Gen Z.
  3. Detik Properti. 3 Tips Mempersiapkan Keuangan untuk Membeli Rumah.
  4. IDN Times. Tips Menabung Beli Rumah bagi Gen Z.

Beberapa artikel yang mungkin menarik minat kamu

artikel dan berita

lihat semua berita hanwha
artikel
20 / Jul / 2026

Tips Merencanakan Keuangan untuk Membeli Rumah atau Apartemen Pertama

baca selengkapnya
artikel
13 / Jul / 2026

Investasi Digital atau Aset Riil?

baca selengkapnya
artikel
06 / Jul / 2026

Properti: Sewa atau Beli?

baca selengkapnya
artikel
02 / Jul / 2026

Kesadaran Akan Kesehatan Finansial

baca selengkapnya
artikel
22 / Jun / 2026

Generasi Sandwich: Berdiri di Persimpangan Jalan

baca selengkapnya
artikel
18 / Jun / 2026

Gaji Baru Masuk, Kenapa Bisa Habis Duluan?

baca selengkapnya