Di era serba digital seperti sekarang, generasi muda khususnya Gen-Z menjadi kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi. Mulai dari belanja online, pesan makanan, transportasi, hingga bayar kopi di kafe, semuanya kini bisa dilakukan hanya lewat smartphone. Kehadiran dompet digital dari berbagai macam brand, membuat hidup terasa lebih praktis dan cepat.

Dengan gaya hidup serba digital seperti itu, kenyamanan - praktis dan akses yang serba cepat membuat mereka para Gen Z bisa mendapatkan apapun yang mereka butuhkan atau inginkan dalam rentan waktu yang begitu cepat dan pastinya mereka tidak perlu lagi membawa dompet tebal dengan banyak uang cash didalamnya.

Selain itu, para dompet digital ini juga menawarkan berbagai macam promo yang sangat menarik seperti CASHBACK 50%. Padahal mungkin produk yang ditawarkan tidaklah diperlukan bagi mereka, hanya karena promo dan mudah plus cepat untuk mendapatkannya, maka mereka segera bertransaksi dengan embel embel 50% tadi. Hal ini adalah Inilah jebakan paling halus dari gaya hidup digital modern: pengeluaran kecil yang dilakukan terus-menerus tanpa terasa. Sedikit demi sedikit, kebiasaan impulsif ini dapat membentuk pola konsumsi yang tidak sehat.

Selain itu, ada fitur “Paylater” dimana terkesannya adalah fitur ini menjadikan para Gen Z bisa mendapatkan barang yang mereka inginkan secara cuma cuma pada saat “sekarang juga” padahal ada tagihan yang harus mereka bayar di akhir bulan nanti dan tentunya dengan bunga.

Disinilah letak jebakannya, dimulai dari yang kecil dan perlahan menjadi besar. Dimulai dari yang promo dan FOMO hingga menjadi sebuah tragedi finansial. Karena semuanya memang dipermudah oleh berbagai teknologi dan platform, namun semuanya itu harus disikapi dengan sangat bijak oleh para Gen Z. Kalau kalau mereka tidak mau larut dalam jebakan finansial yang sangat dalam untuk jangka waktu yang panjang.

Dompet digital telah mengubah cara hidup generasi muda secara drastis. Semua menjadi lebih cepat, praktis, dan nyaman. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko yang sering tidak disadari: kebiasaan konsumtif, pengeluaran impulsif, hingga jebakan utang digital.

Gen-Z adalah generasi yang paling dekat dengan teknologi, tetapi juga harus menjadi generasi yang paling sadar dalam menggunakannya. Karena pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan apakah alat itu membantu atau menjebak adalah cara manusia mengendalikannya.

Sumber :
https://jecco.ppj.unp.ac.id/index.php/jecco/article/view/904
https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/31026
https://lib.ui.ac.id/detail?id=9999920571746&lokasi=lokal

Beberapa artikel yang mungkin menarik minat kamu

artikel dan berita

lihat semua berita hanwha
artikel
19 / May / 2026

Gaya Hidup: Dompet Digital Memudahkan, Tapi Dapat Juga Menjebak

baca selengkapnya
artikel
08 / May / 2026

Mengubah Hobi Menjadi Penghasilan

baca selengkapnya
artikel
17 / Apr / 2026

FinTok dan Edukasi Finansial dari Media Sosial

baca selengkapnya
artikel
06 / Apr / 2026

Fenomena FOMO dan Pengaruh Media Sosial dalam Gaya Hidup

baca selengkapnya
artikel
22 / Mar / 2026

Pengelolaan Keuangan Pasca Lebaran

baca selengkapnya
artikel
16 / Mar / 2026

Strategi Memiliki Rumah Pertama

baca selengkapnya