Banyak yang  ingin melarikan diri dari sutuasi pendemi karena sudah tidak tahan dengan segala sesuatu yang menjadi terbatas semenjak pandemi, seperti tidak dapat bepergian dengan leluasa, tidak bisa bekerja dengan maksimal dan kecemasan saat kita harus tetap bekerja dikantor. Selain itu anak-anak sekolah juga tidak dapat bersekolah seperti biasa yang mengakibatkan orangtua kualahan harus mengurus anak-anak dirumah. Hal itu juga berjalan beriringan dengan kebutuhan hidup yang meningkat semenjak pandemi dan sulitnya mencari nafkah menjadikan kita ingin melarikan diri dari situasi pandemi. Bagi orang yang memiliki banyak uang mungkin bisa melarikan diri dari pandemi dengan cara pergi ketempat yang lebih aman atau mengisolasi diri di pulau terpencil. Namun bagi orang biasa yang masih terikat pekerjaan, khususnya yang bekerja diperkotaan rasanya akan sulit. Lalu apa yang harus kita lakukan?

  1. Hadapi dengan positif.
Menghadapi situasi pandemi dengan cara yang positif yaitu dengan melakukan kegiatan sehari-hari sebaik mungkin walaupun kondisinya berbeda dengan sebelumnya. Bagi yang bekerja tetap bekerja, bagi ibu yang menjadi lebih repot mengurus anak dirumah, jadikan moment ini untuk lebih dekat dengan anak-anak dan memahami kesulitan yang mungkin anak rasakan dalam belajar. Bagi yang kehilangan pekerjaan jangan putus asa, carilah pekerjaan baru atau memulai bisnis kecil-kecilan. Ingat, walaupun situasi pandemi, tetapi masih banyak perusahaan yang mencari karyawan/pegawai dan roda ekonomi terus berputar.
  1. Percayalah pandemi akan berakhir.
Pandemi pasti berakhir, namun kita tidak tau kapan akan berakhir. Lalu yang bisa kita lakukan adalah berusaha sebaik mungkin melewati hari-hari pandemi. Jangan kehilangan semangat dan harapan karena pandemi bukan akhir dari hidup ini dan hidup harus tetap berjalan.
  1. Persenjatai diri.
Untuk menghadapi pandemi kita harus mempersenjatai diri. Caranya dengan menjaga pola hidup sehat, konsumsi vitamin, jalani protocol keamanan selama pandemi dan berikan perlindungan extra untukmu dan keluarga dengan asuransi kesehatan atau asuransi jiwa.
  1. Hindari keborosan.
Dalam situasi pandemi kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya. Jika kamu belum punya, mulailah membuat dana darurat dan hindari pemborosan. Fokus pada kebutuhan pokok dan jangan membeli sesuatu yang kurang kamu butuhkan.
  1. Jalin kedekatan dengan keluarga atau sahabat.
Masa pandemi tak pelak membuat kita merasa bosan dan stress. Untuk itu cobalah jalin kedekatan lebih dengan keluarga, banyak mengobrol dan melakukan kegiatan dirumah bersama. Untuk kamu yang merantau sering-seringlah menghubungi keluarga. Saat ini video call sudah sangat mudah dilakukan, kamu bisa sering-sering meghubungi keluarga atau sahabat agar tidak kesepian.
  1. Perbanyak beribadah dan berdoa kepada Tuhan yang maha esa akan membuat hati kita lebih tenang.
  Ditulis oleh; Nonni Fermani

artikel dan berita

artikel dan berita

lihat semua berita hanwha
artikel
19 / Aug / 2026

Beda Fase, Beda Strategi Finansial

baca selengkapnya
artikel
13 / Aug / 2026

Gangguan Pernapasan, Gejala dan Pengobatannya

baca selengkapnya
artikel
10 / Aug / 2026

4 Fase Kehidupan dan Strategi Keuangan yang Perlu Dipersiapkan

baca selengkapnya
artikel
06 / Aug / 2026

Pria Usia 40 Tahun: Pentingnya Perlindungan Finansial dan Asuransi

baca selengkapnya
artikel
27 / Jul / 2026

Mengapa Gen Milenial dan Gen Z Belum Menjadikan Asuransi Jiwa sebagai Prioritas Finansial?

baca selengkapnya
artikel
20 / Jul / 2026

Tips Merencanakan Keuangan untuk Membeli Rumah atau Apartemen Pertama

baca selengkapnya