Dikutip dari www.myvitamine.co.id, Imlek atau Chinese New Year adalah perayaan tahunan yang paling ditunggu oleh komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Lebih dari sekadar pergantian kalender, perayaan ini mencerminkan warisan budaya, nilai kekeluargaan, serta simbol-simbol keberuntungan yang berbeda pada tiap negara. Meskipun akar tradisinya berasal dari Tiongkok, cara merayakannya berkembang secara menarik di berbagai negara yang memiliki komunitas Tionghoa besar atau pengaruh budaya Tionghoa kuat.
Berikut ini adalah beberapa tradisi Imlek dari beberapa negara.
- Indonesia.
Di Indonesia, Tahun Baru Imlek dikenal dengan nama Imlek dan telah menjadi hari libur nasional sejak 2003, setelah sempat dibatasi di era Orde Baru. Tradisi yang umum dilakukan antara lain:- Atraksi Tatung, sebuah pertunjukan spiritual dan budaya yang hanya bisa disaksikan saat acara Cap Go Meh di Kota Singkawang.
- Pawai imlek dan barongsai di kawasan pecinan seperti di Jakarta, Semarang, Solo, dan Singkawang.
- Cap Go Meh dirayakan dengan kembang api, pasar malam, serta festival kuliner lokal seperti lontong Cap Go Meh, dimana ini menjadi ciri khas akulturasi budaya Tionghoa dan Indonesia.
Perayaan di Indonesia sering kali juga menyatukan berbagai kelompok etnis, bukan hanya komunitas Tionghoa saja, sehingga Imlek di Indonesia menjadi festival lintas budaya yang dinanti banyak orang.
- Malaysia
Malaysia memiliki komunitas Tionghoa yang cukup besar sehingga Imlek dirayakan secara luas di seluruh negeri sebagai libur nasional. Beberapa tradisi penting di Malaysia adalah:
- Pai Thnee Kong (Hari ke-9 Imlek): persembahan khusus kepada Kaisar Giok (Jade Emperor), diikuti masyarakat lokal dengan membuat altar penuh persembahan.
- Makan malam reuni keluarga menjadi momen penting untuk keluarga berkumpul, di mana hidangan khas seperti yee sang (salad ikan mentah) dibagi sebagai simbol rezeki.
- Membersihkan rumah dan saling berkunjung antar keluarga dan tetangga turut menandai semangat pesta ini.
Tradisi di Malaysia sering kali juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat, sehingga perayaan ini mencerminkan kemajemukan nasional.
- Singapura
Singapura dikenal dengan perayaan Imlek yang modern sekaligus kental budaya. Dua tradisi paling dikenal di Singapura adalah:
- Chingay Parade: parade besar yang melibatkan ribuan peserta, tarian, dan kostum dengan elemen multikultural yang unik (tidak hanya dari komunitas Tionghoa).
- Singapore River Hong Bao: festival budaya di sepanjang sungai dengan lentera raksasa, stan kuliner, dan pertunjukan seni.
Anak-anak sering menerima angpao (amplop merah dengan uang) dari orang tua atau kerabat sebagai simbol keberuntungan, sama seperti di negara lain termasuk Indonesia.
- Vietnam
Di Vietnam, perayaan Imlek dikenal sebagai Tết Nguyên Đán atau disingkat Tết. Ini merupakan hari libur paling penting dalam kalender Vietnam dan berakar dari tradisi Tionghoa meskipun sudah memiliki nuansa lokal yang kuat. Beberapa praktik tradisional di Vietnam:
- Dekorasi pohon kumquat dan bunga khas musim semi di rumah sebagai simbol keberuntungan.
- Bánh chưng, kue beras lengket dengan isian yang melambangkan bumi dan kehidupan, menjadi hidangan wajib saat perayaan Tết.
- Keluarga berkumpul untuk makanan besar dan ritual penghormatan leluhur.
Uniknya, walau disamakan dengan Imlek, Tết memiliki identitas bahasa dan kultur khas Vietnam sementara tetap merayakan semangat sama tentang keluarga dan abad baru.
- Filipina
Di Filipina, Imlek tidak selalu menjadi libur nasional penuh untuk seluruh masyarakakt, namun perayaan tetap hidup terutama di komunitas Tionghoa dan kawasan seperti Binondo di Manila, kawasan yang dikenal sebagai pecinan tertua di dunia. Tradisi khas di Filipina termasuk:
- Karnaval tarian singa dan naga di jalanan Binondo.
- Pasar lampion dan dekorasi merah memenuhi distrik pecinan.
- Angpao, kue khas kosongan, dan hidangan seperti mie umur panjang turut melengkapi perayaan.
Perayaan di Filipina sering kali menjadi daya tarik wisatawan dan komunitas lokal, menciptakan perpaduan budaya yang hidup.
Mengamati cara tiap negara merayakan Imlek menunjukkan bahwa meskipun akar tradisinya sama, ekspresi budaya dan makna lokalnya bisa sangat berbeda. Dari pawai besar di Singapura, ritual leluhur di Korea, hingga lampion di Taiwan, semua punya cara unik untuk menandai awal tahun baru lunar.
Perayaan ini bukan hanya mencerminkan identitas budaya komunitas Tionghoa, tetapi juga bagaimana budaya tersebut beradaptasi, diadopsi, dan dihargai di masyarakat luas.