Dilansir dari laman myvitamine.com, solo traveling bukan sekadar tren, tapi ini sudah jadi lifestyle bagi banyak anak muda yang mendambakan kebebasan, pengalaman baru, dan escape dari rutinitas kerja atau sekolah.
Tren ini tidak hanya terjadi secara lokal, tapi juga di seluruh Asia. Artikel ini akan membahas mengapa solo travel makin populer, apa saja risiko & peluangnya, bagaimana mempersiapkannya, dan cara kamu bisa menjalaninya dengan aman dan menyenangkan.
Mulai dari tren, motivasi, sampai tips praktis, semuanya lengkap buat kamu yang mau travel sendiri tanpa drama.
Solo travel lagi happening
Solo traveling bukan sekadar gimmick medsos atau hashtag TikTok. Tapi memang solo travelling benar-benar menjadi tren yang tumbuh dengan pesat. Menurut survei YouGov yang didukung Scoot, dari lebih dari 1.000 responden Indonesia:
- 68% orang Indonesia sudah melakukan solo travel dalam setahun terakhir.
- 92% berencana solo travel dalam 12 bulan ke depan.
- Gen Milenial dan Gen Z yang paling sering melakukan solo travelling.
- Dan yang terpenting, mayoritas solo traveller akan merekomendasikan pengalaman solo travelling ke orang lain.
Fakta ini menunjukkan dua hal penting, yang pertama adalah solo travelling bukan tren sesaat, melainkan adalah hal baru yang dilakukan oleh banyak orang. Memang masih termasuk FOMO jika kamu ingin solo travelling, but at least ini FOMO yang baik dan bagus. Dan yang kedua, kebanyakan solo travellers punya pengalaman positif yang bikin mereka mau ulang dan rekomendasi ke teman dan orang lain.
Kenapa Anak Muda Pilih Solo Traveling?
Motivasi utama solo traveller di Indonesia bukan cuma “foto cantik dan aestetik”. Menurut Neraca Online:
- 49% bilang mereka pengen kebebasan dan fleksibilitas tanpa harus menunggu grup.
- 46% menganggap solo travel sebagai cara untuk recharge atau fokus pada diri sendiri.
- Sekitar 43% memilih durasi perjalanan 4-7 hari, pas untuk break dari rutinitas tanpa harus cuti panjang.
Artinya solo travel jadi solusi buat tekanan kerja, rumah, dan kebutuhan akan me time yang berkualitas. Kalau kamu pernah ngerasa burnout atau stuck di rutinitas, solo traveling bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, bukan sekadar liburan.
Bagaimana tren solo travel di Asia?
Secara regional, solo travel juga sedang tumbuh. Menurut Agoda, di Asia sendiri, pencarian solo travel naik sekitar 72% tahun ini dibanding sebelumnya. Menariknya, Indonesia menjadi salah satu pasar yang tumbuh paling pesat. Ini menyimpulkan bahwa tak hanya anak muda Indonesia yang suka solo travel, tapi generasi muda di Asia juga menyukainya. Mereka berpendapat bahwa mereka mencari eksplorasi independen, pengalaman budaya, dan fleksibilitas dalam travelling mereka sendiri.
Fakta Safety & Persiapan Solo Traveller
Sebelum kita bahas tips, penting banget tahu apa yang paling dikhawatirkan oleh traveller, terutama traveller wanita. Menurut statistik global tentang solo travel:
- Sekitar 46% solo travellers mengkhawatirkan kemungkinan darurat medis atau sakit selama trip.
- 22% cemas soal tingkat kejahatan di destinasi, terutama traveller wanita.
Data lain juga menyebut lebih dari 70% solo travellers pakai travel insurance untuk kesehatan dan keamanan selama perjalanan, menunjukkan bahwa risiko bukan sekadar asumsi tapi hal yang dipikirkan banyak traveller. Maka dari itu, Travel insurance atau Personal Accident bisa bantu banget dengan penanganan biaya medis atau pembatalan perjalanan.
Destinasi Solo Travel yang Populer dan Paling Growth-Friendly
Kalau kita lihat tren Asia dan Indonesia, beberapa destinasi unggulan yang sering dipilih solo travellers antara lain:
- Tokyo, Jepang
- Bangkok & Chiang Mai, Thailand
- Seoul & Busan, Korea Selatan
- Singapura
- Kuala Lumpur
Destinasi ini populer karena:
- Rasa aman relatif tinggi
- Transportasi mudah
- Banyak informasi yang tersedia di internet untuk solo travelling
- Banyak aktivitas menarik yang bisa dinikmati sendiri
Apa tantangan melakukan solo travelling?
Solo travel itu bebas, tapi bukan bebas drama. Kamu tetap perlu siapkan mental dan fisik. Tantangan-tantangan umum yang sering dialami biasanya adalah:
- Rasa kesepian awal, ini wajar, dan banyak traveller bilang rasa itu hilang setelah beberapa hari.
- Ketidaktahuan soal transportasi atau sistem lokal. Solusinya: riset rute dan jadwal sebelum berangkat.
Selain itu, beberapa traveller juga khawatir soal crime atau safety di destinasi yang kurang familiar. Sebenarnya, banyak juga kok solo traveller pakai mobilitas grup kecil atau tour lokal untuk mengatasi rasa cemas itu.
Networking & Komunitas Solo Traveller
Kadang solo travel bukan berarti sendiri terus. Banyak kok solo traveller gabung ke walking tour, kelas lokal, atau nongkrong di lobby hotel dan nemu teman baru. Ini salah satu kelebihan yang sering gak dikira orang sebelum mencoba solo travel. Ini bukan cuma soal traveling, tapi soal building connections di seluruh dunia. Ini bagian yang paling penting, yaitu mempersiapkan hal-hal apa aja untuk solo travelling.
- Riset Destinasi Sebelum Berangkat
Jangan cuma lihat foto Instagram, tapi cari info soal:
- Transportasi lokal
- Bahasa & adat setempat
- Zona aman dan kurang aman di kota itu
- Siapkan Travel Insurance atau Life Insurance
Bukan cuma buat klaim medis — travel insurance bisa:
- Menanggung pembatalan trip
- Menutupi barang hilang
- Meng-cover biaya tak terduga
Tak hanya itu, life insurance juga bisa men-cover jika amit-amit terjadi sesuatu yang menghilangkan nyawamu. Kalau kamu mau lebih lengkap soal cara memilih polis yang cocok buat solo traveller, kamu bisa cek asuransi kami, Hanwha Personal Accident dan Hanwha Secure Guard.
- Pilih Akomodasi dengan Rating Keamanan Baik
Hotel atau guest house dengan review yang bagus, baik itu dari hal security, staff dan pelayanan yang baik, dan lokasi strategis (dekat dengan spot wisata atau transportasi umum)
- Simpan Semua Dokumen Penting Secara Digital & Fisik
Salin semua dokumen penting seperti paspor, visa, tiket, kartu asuransi di smartphone.
- Bikin Itinerary & Update Orang Terpercaya
Kirim itinerary ke keluarga/temenmu sebelum berangkat, lalu cek in secara berkala. Ini bikin kamu tetep connected ke orang terdekat sekaligus aman.
- Packing Pintar & Minimalis
Bawa perlengkapan penting, seperti:
- Charger + powerbank
- Obat pribadi
- Salinan dokumen, baik itu tiket pesawat, tiket hotel, paspor, visa, dll
- Aplikasi lokal (transport, maps, emergency)
Pada akhirnya solo travelling itu menciptakan pengalaman baru dalam hidupmu. Solo travelling itu seru karena kamu bebas ngatur jadwal dan pengalaman sendiri. Solo travelling itu menantang karena butuh riset, persiapan, dan kesiapan mental. Solo travelling itu aman selama kamu tahu caranya (riset, packing, asuransi, dokumentasi).