Gaya hidup modern Milenial dan Gen Z sangat dipengaruhi oleh tren digital, media sosial, dan akses nilai pengalaman (experience) dibandingkan sekadar kepemilikan barang. Meski demikian, gaya hidup ini sering menantang dalam hal manajemen keuangan, terutama ketika dipengaruhi oleh efek FOMO (Fear Of Missing Out) dan konsumsi impulsif.
Menurut survei, tingkat literasi keuangan milenial dan Gen Z masih berada di kisaran menengah, dengan banyak generasi muda belum sepenuhnya memahami berbagai produk keuangan seperti investasi, asuransi, atau manajemen utang. (Sumber:https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id)
Untuk menghadapi tekanan lifestyle konsumtif ini, para ahli keuangan menyarankan pendekatan frugal living, yakni memilih gaya hidup hemat yang tetap berkualitas tetapi tidak boros, sebagai strategi jangka panjang untuk membangun fondasi finansial yang kuat tanpa mengorbankan pengalaman hidup.
Pelan tapi pasti, Milenial dan Gen Z memanfaatkan berbagai alat digital seperti aplikasi budgeting, dompet digital, dan fitur manajemen pengeluaran otomatis untuk merencanakan arus kas bulanan mereka dengan lebih baik. Studi riset menunjukkan bahwa penggunaan dompet digital tanpa disertai literasi sering memicu konsumsi berlebihan, namun jika dibarengi edukasi keuangan dapat memperkuat kontrol finansial.
Kunci dari gaya hidup modern yang sehat secara finansial adalah menetapkan prioritas keuangan, seperti menetapkan persentase pendapatan untuk kebutuhan, investasi, tabungan darurat, hiburan, dan pariwisata secara terpisah, lalu mematuhi disiplin anggaran tersebut setiap bulan.