Kemajuan teknologi finansial (fintech) telah mengubah cara generasi muda mengelola uang, dari pencatatan pengeluaran sederhana hingga perencanaan menabung dan investasi. Di Indonesia sendiri, penggunaan layanan fintech meningkat pesat di kalangan usia muda untuk berbagai fungsi keuangan.
Namun, riset menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi tidak otomatis menjamin keterampilan finansial yang matang. Literasi keuangan digital merupakan faktor penting agar penggunaan teknologi ini memberikan hasil terbaik, misalnya melalui fitur budgeting otomatis, pengingat tagihan, dan simulasi investasi yang lebih rendah risiko.
Dalam era digital, generasi Milenial dan Gen Z juga semakin tertarik dengan topik keuangan yang mereka konsumsi melalui media sosial seperti FinTok atau konten finansial kreator lainnya, yang membantu mengedukasi mereka tentang strategi menabung, investasi, dan pengelolaan utang dengan cara yang relatable.
Selain itu, edukasi digital juga dilakukan di berbagai sekolah dan komunitas untuk meningkatkan keterampilan literasi finansial sehingga generasi muda dapat menggunakan teknologi finansial secara bijak, menghindari over-spending, dan tetap fokus pada tujuan keuangan jangka panjang. Dengan memanfaatkan teknologi secara optimal, milenial dan Gen Z bisa memantau kondisi keuangan secara real-time, mengevaluasi pilihan investasi, dan merancang strategi finansial masa depan yang lebih matang dan aman.